
apa kamu merasa gejala seperti kulit gatal yang datang-pergi, terasa kering banget sampai perih, lalu muncul ruam kemerahan yang makin “menyala” saat kamu stres, kepanasan, atau salah pakai sabun? Kalau iya, kamu nggak sendirian—banyak orang mengalami siklus yang sama: gatal → garuk → makin iritasi → makin gatal. Yuk kenali eksim lebih dekat supaya kamu bisa mengelolanya dengan lebih tenang dan terarah.
Eksim (paling sering berupa dermatitis atopik) adalah kondisi peradangan kulit kronis yang membuat kulit cenderung kering, gatal, dan mudah iritasi, serta dapat kambuh (flare) sewaktu-waktu. Eksim tidak menular, tapi bisa sangat mengganggu kualitas hidup karena rasa gatal dan perihnya.
Eksim adalah kondisi jangka panjang yang bisa membaik-memburuk (flare) dan sering membutuhkan perawatan rutin, bukan hanya saat kambuh.
Pelembap (moisturizer/emollient) adalah “fondasi” perawatan: membantu mengurangi kering dan gatal, serta mendukung pemulihan skin barrier.
Eksim sering berkaitan dengan “atopic march”: sebagian orang dengan dermatitis atopik juga berisiko mengalami alergi makanan, rinitis alergi, atau asma.
Mandi air hangat suam-suam kuku sebentar dan memakai pembersih yang lembut & bebas pewangi termasuk kebiasaan yang sering dianjurkan ahli kulit untuk mencegah flare.
Gejala bisa berbeda pada tiap orang, tetapi yang sering muncul:
Gatal intens (sering makin parah malam hari)
Kulit sangat kering, terasa ketarik, mudah mengelupas
Ruam kemerahan atau kehitaman (tergantung warna kulit), kadang menebal
Kulit pecah-pecah, perih, bisa “basah/berair” lalu mengering dan berkerak
Area yang sering terkena: lipatan siku/lutut, leher, pergelangan, tangan, wajah (terutama pada anak)
Eksim biasanya bukan karena satu penyebab tunggal. Umumnya terkait kombinasi:
Kerusakan skin barrier (penghalang kulit) sehingga kulit mudah kehilangan kelembapan dan lebih sensitif terhadap iritan/alergen
Faktor genetik & imun (kecenderungan atopi/riwayat keluarga)
Pencetus (triggers) yang memicu flare, seperti:
sabun/deterjen keras, pewangi, alkohol tertentu pada skincare
keringat, panas, udara dingin-kering
stres, kurang tidur
debu, bulu hewan, atau alergen tertentu pada sebagian orang
Langkah-langkah ini aman sebagai perawatan dasar dan sering direkomendasikan oleh sumber medis tepercaya:
“Moisturize, moisturize, moisturize” (wajib rutinitas)
Oleskan pelembap segera setelah mandi (saat kulit masih agak lembap).
Pilih yang tanpa pewangi, tekstur krim/ointment biasanya lebih “ngunci” lembap.
Mandi singkat dengan air hangat (bukan panas)
Batasi 5–10 menit, gunakan pembersih lembut & fragrance-free, hindari bubble bath.
Hindari menggaruk (meski susah)
Potong kuku pendek, pakai kompres dingin saat gatal “meledak”.
Saat flare, pakaian longgar berbahan lembut membantu mengurangi gesekan.
Kenali pemicu pribadimu
Coba catat: flare muncul setelah apa (sabun tertentu? keringat? stres? makanan tertentu?). Pemicu tiap orang bisa berbeda.
Perhatikan tanda infeksi
Jika muncul nyeri bertambah, bengkak, bernanah/berair kekuningan, demam, atau flare berat tidak membaik, sebaiknya periksa ke dokter.
Obat oles OTC (bila perlu & sesuai aturan)
Pada beberapa kasus, krim anti-inflamasi OTC bisa membantu, tetapi bila sering kambuh/luas, lebih aman konsultasi agar pemakaian tepat. (Terapi standar medis bisa termasuk krim resep seperti kortikosteroid/topikal lain sesuai dokter.)
Sabun Kolagen – sabun transparan untuk membersihkan sekaligus membantu melembapkan sehingga kulit terasa lebih lembut.
Sabun Madu – sabun dengan kandungan madu, membantu membersihkan sekaligus melembapkan kulit.
Procumin Habbatussauda – suplemen dengan kandungan habbatussauda membantu menjaga kesehatan (bukan khusus eksim).
Madu S Jaga – pada halaman resmi tercantum untuk membantu memelihara daya tahan tubuh.
Catatan penting: Eksim punya banyak pemicu dan tingkat keparahan berbeda. Produk perawatan kulit dapat membantu kenyamanan, tetapi bila keluhan berat/menyebar/terinfeksi, sebaiknya tetap konsultasi tenaga kesehatan.
Semoga bermanfaat ya, jangan lupa share: